Astaghfirulloh, Kejinya Perilaku Briptu II yang Perkosa Gadis Remaja di Kantor Polisi

  • Share

Jika ada satu kata yang lebih rendah daripada ‘keji’ di kamus Bahasa Indonesia, mungkin kata karakter itu pas dipasangkan untuk tingkah laku pelaku polisi yang ini. Briptu II yang diamanahi amankan gadis yang lenyap malah memerkosa gadis itu.

Briptu II ialah personil Polsek Usilolo Selatan, di Halmahera Barat, Propinsi Maluku Utara. Kejadian pemerkosaan tidak ada di pojok gelap kota, tengah rimba, atau di bangunan kosong. Pemerkosaan malah terjadi di kantor polisi, di Basis Polsek Usilolo tersebut.

Awalannya…

Awalnya kejadian, korban dan seorang partnernya sedang ada di sebuah pemondokan di Sidangoli, daerah Kecamatan Usilolo Selatan, Halmahera Barat, Minggu (13/6). Korban disampaikan akan ke arah Kota Ternate tetapi mau tak mau bermalam di Sidangoli karena kemalaman.

Baca Juga :   Ilmuwan Ungkap 5 Gejala Ringan COVID-19, Salah Satunya Bolak-balik ke Toilet

Keluarga korban yang disebut polisi rekanan Briptu II minta bantuan supaya Briptu II amankan korban dari pemondokan ke arah Polsek.

Pemerkosaan terjadi

Sekitaran jam 01.00 Wita, korban mendadak dikunjungi polisi sampai ditangkap ke Polsek Usilolo Selatan untuk diminta info. Briptu II menanyai korban masalah mengapa sang korban larikan diri dari rumah. Sang korban waktu itu menjawab jika ia ingin jalanan ke Ternate.

“Karena mendapati korban itu, istilahnya dibawalah, ditangkap ke Polsek, karena kan diamanatkan (leting polisi yang keluarga korban). Tetapi sampai di Polsek berbeda (terjadi pemerkosaan),” kata Kabid Humas Polda Maluku Utara Kombes Adip Rojikan saat diminta verifikasi detikcom, Rabu (23/6) tempo hari.

Baca Juga :   Surat Habib Rizieq untuk Keluarganya, Silakan Disimak Kalimat Terakhir

Korban dan partnernya selanjutnya diinterogasi di ruang berlainan. Siasat Briptu II, korban justru diinterogasi bak aktor kriminil, bukan ditangkap.

Seterusnya, saat itu korban disampaikan jadi korban pemerkosaan dalam suatu ruang di Polsek Usilolo Selatan oleh Briptu II.

Korban sempat berteriak, tetapi tidak ada yang dengar jeritan korban saat itu. Keadaan Polsek sedang sepi saat larut malam.

Bangsatnya, Briptu II tidak cuman memerkosa korban. Briptu II memberikan ancaman korban agar korban tidak memberikan laporan kejadian yang sudah dirasakannya.

“Ya diintimidasi memang. Iya (korban diintimidasi ingin dipenjarakan),” kata Kombes Adip.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *