Warga Arab Saudi telah menyelenggarakan sebuah acara untuk merayakan festival Halloween yang pernah dilarang di kerajaan tersebut.
Ini menjadi langkah bersejarah untuk negara tempat lahir Islam yang ingin menerapkan reformasi sosial yang dimaksudkan untuk memodernisasi negara di bawah penguasa de-facto, Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS).
Dijuluki “Akhir Pekan Menakutkan” yang berlangsung pada hari Kamis dan Jumat di Riyadh Boulevard, orang-orang yang bersuka ria mengenakan kostum menakutkan dan pakaian mewah serta berpose untuk gambar yang telah dibagikan secara luas di media sosial.
Acara ini diadakan sebagai bagian dari Riyadh Season yang sedang berlangsung di ibu kota Saudi.
Namun, perayaan semacam ini di kerajaan yang telah lama digambarkan sebagai “ultra konservatif”, telah menuai kritik dari beberapa warga Muslim pengguna media sosial karena mengizinkan festival non-Muslim yang pernah dilarang.

Ada juga yang menuduh Arab Saudi memiliki standar ganda dengan tidak mengizinkan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang dikenal sebagai Al Maulid.
Arab News, media yang berbasis di Arab Saudi menulis, “Sementara Halloween telah lama dijauhi di Teluk, para peserta di acara tersebut menggambarkan acara itu sebagai bentuk hiburan yang tidak berbahaya.”