Jihad Prajurit TNI di Perbatasan, Siang Bawa Senjata Sore Jadi Guru Ngaji

Selain sebagai prajurit yang menjaga perbatasan Indoneis dan Papua Nugini sektor selatan, anggota Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 411 Kostrad menjalani peran ganda yaitu sebagai guru ngaji bagi anak-anak di Kampung Baidub, Distrik Ulilin.

“Berbagai kegiatan pembinaan teritorial diperbatasan terus di giatkan oleh personel Satgas Pamtas disamping tugas utamanya, seperti kegiatan karya bakti, pengobatan keliling, bakti sosial, hingga menjadi guru mengaji bagi anak-anak di sekitar pos,” kata Dansatgas Yonif Mekanis Raider 411 Kostrad Mayor Inf Rizky Aditya dilansir dari akun Instagram Penkostrad Selasa 9 Juni 2020.

Kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan oleh personel Pos Bupul 12 yakni Pratu Kotibul dan Pratu Faisal Asmi salah satunya menjadi guru mengaji di Masjid Al Muhajirin bagi anak-anak di Kampung Baidub, Papua.

Baca Juga :   4 Peristiwa Bersejarah pada 17 Ramadhan, Apa Saja?

Dansatgas juga menambahkan bahwa dua anggota Pos Bupul 12 juga turut membantu menjadi guru ngaji setiap sore hari. Ini dikarenakan adanya keterbatasan guru ngaji untuk anak-anak muslim di kampung tersebut.

“Anak-anak belajar mengaji yakni membaca Alquran dan juga Iqra dan bacaan surat-surat pendek. Tahap demi tahap tingkat demi tingkat, diperlihatkan oleh Dias Saputra (9) beserta teman-temannya yang memiliki semangat belajar mengaji,” ucapnya.

Sejak awal bertugas pada Juli 2019, anak-anak di kampung Baidub menunjukan minatnya untuk belajar mengaji.

Kegiatan ini memang dilakukan sebagai wujud kepedulian Satuan Tugas di bidang pendidikan.

“Kami semua senang dan berterima kasih dengan adanya bantuan dari personel Pos Bupul 12 menjadi guru ngaji bagi anak-anak kami, terlihat anak-anak pun semangat untuk belajar dengan bapak-bapak TNI,” kata pengurus masjid, Ustaz Nahyudin.

(Visited 210 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *