Jarang Manggung dan Tak Dapat Royalti, Pedangdut Lawas Mansyur S Bingung Bayar Listrik

Aturan mengenai royalti musik dan lagu yang sah baru-baru ini memancing pembicaraan ramai di kalangan masyarakat. Musisi pun menyambut baik regulasi baru ini setelah bertahun-tahun mengalami kesulitan terkait royalti dan hak cipta.

Salah satu musisi yang jatuh miskin di masa tua adalah Mansyur Subhawanur atau Mansyur S. Penyanyi dangdut senior ini naik daun pada dekade 1980-1990.

Namun, kini Mansyur S mengaku intensitas penampilannya di dunia hiburan berkurang.

“Saya kesibukannya sudah kayak gini saja, kebanyakan menganggurnya,” ungkap Mansyur pada Rabu (11/3/2020) dikutip dari Kompas.com.

Laki-laki berusia 72 tahun ini jarang mendapat tawaran manggung. Penghasilan Mansyur S jauh berkurang dari masa-masa jayanya.

Mansyur S sampai mengaku susah membayar listrik. Ia pun bingung saat mesti menghadiri diskusi pajak. Ia merasa penghasilannya sudah tak lagi masuk kategori wajib pajak.

Baca Juga :   Oknum Polisi Ini Ditetapkan Jadi Tersangka, Kasusnya Bikin Malu Polri

“Makanya tadi saya ngomong, saya usia yang kayak gini gimana? Buat bayar pajak saja kebingungan, bayar listrik bulanan aja bingung. Saya bicara apa adanya saja,”  tutur Mansyur S.

Mansyur S memulai karier dengan merilis album perdana berjudul Pesan Perpisahan pada tahun 1969. Album itu melambungkan namanya di dunia musik Tanah Air.

Total, sebanyak 16 album penuh sudah ia buat selama 50 tahun berkarier. Di antaranya adalah album “Zubaedah” (1989), “Gadis Atau Janda” duet dengan Elvy Sukaesih (1991), dan “Kertas dan Api” (1991).

Mansyur S pernah terlibat protes terkait royalti bersama Rhoma Irama dan beberapa pendangdut lain yang tergabung dalam Persatuan Artis Musik Melayu Dangdut Indonesia (PAMMI). Sebut saja nama Iis Dahlia, Caca Andika, Camelia Malik, Cici Faramida, dan Meggy Z.

Baca Juga :   Cerita 3 Penumpang Sriwijaya Air SJ 182, Berangkat ke Pontianak untuk Jadi Tukang Bangunan...

Mereka memprotes Karya Cipta Indonesia (KCI) karena masalah royalti pada 6 Juni 2007. Mansyur S dan anggota PAMMI pun akhirnya memutuskan keluar dari keanggotaan KCI.

(Visited 180 times, 180 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *