Kisah Seorang Pria yang Bercocok Tanam di Surga

  • Share

Pernahkah Anda mendengar ayat Al-Qur’an atau hadits yang bercerita tentang kenikmatan-kenikmatan surga?

Bagaimana gambaran istana-istana megah serta tenda-tenda indah di dalamnya? Bagaimana pula hamparan taman-taman asri dan sunga-sungai jernih yang mengalir di bawahnya?

Pun demikian para bidadari yang telah rindu menanti pujaan hati dan akan jadi pendamping setia para penghuni.

Lalu bagaimana bisa dikatakan, kenikmatan-kenikmatan surga belum pernah terdengar telinga dan belum pernah terbayang hati siapa pun?

Nyatanya, banyak sekali ayat dan hadits yang memberi gambaran tentang itu.

Ingatlah, sebagian nikmat surga ada yang telah digambarkan oleh Allah dan Rasul-Nya agar orang-orang bertakwa kian merindukannya, sebagian lagi masih dirahasiakan sampai seorang hamba melihat sendiri setelah memasukinya.

Baca Juga :   Haramkah Chatting dengan Teman Lawan Jenis?

Di antara nikmat surga yang telah digambarkan Allah dan Rasul-Nya adalah para penghuni surga akan selalu dimudakan, tidak akan pernah tua atau renta; mereka akan selalu disehatkan, tidak pernah sakit lagi; mereka akan selalu dihidupkan, tidak akan mati lagi selamanya; mereka akan selalu diliputi kesenangan, tidak akan pernah sengsara atau mendapat kesulitan.

Tak hanya itu, setelah masuk surga, mereka tak perlu lagi buang air besar maupun buang air kecil, tak perlu membuang ludah atau membuang ingus.

Sebab, di surga tidak lagi ada najis dan kotoran. Namun, bukan berarti mereka tidak makan dan tidak minum. Karena banyak hadits yang menyatakan itu.

Baca Juga :   Covid-19 India Mengganas, Cerita WNI: Warga Kasta Atas Merasa Hebat, Abaikan Prokes

Hanya saja sisa-sisa makanan yang ada dalam tubuh mereka akan diubah menjadi sendawa dan cucuran keringat yang mengalir dari tubuh mereka yang wanginya seperti minyak misik.

Kemudian, semua penghuni surga akan menikah, sebagaimana dalam hadits Muslim, “Di surga itu tidak ada yang membujang.”

Tidak ada penyakit atau kekurangan yang menghalangi mereka menikah atau bercampur suami-istri layaknya di dunia. Sungguh Allah telah membebaskan mereka dari semua penyakit dan halangan itu.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *