Menilik Bitcoin Haram atau Halal, Ini 11 Catatan MUI

  • Share

Bitcoin mendadak menjadi fenomena dunia sejak kemunculannya pada 2017 lalu. Sejumlah orang berlomba-lomba untuk menanamkan uangnya ke mata uang digital tersebut.

Pergerakan harga yang naik turun membuat banyak lembaga keagamaan meneliti apakah bitcoin tersebut sesuai dengan syariah atau tidak, termasuk salah satunya Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Ketua Bidang Pengurus MUI Pusat, KH Cholil Nafis, mengungkapkan telah memberikan 11 catatan terkait mata uang tersebut. Hasilnya, Bitcoin adalah investasi yang lebih dekat pada gharar alias spekulasi yang merugikan orang lain.

Analisi ini bukan tanpa sebab. Cholil memandang Bitcoin tidak memiliki aset pendukung (underlying asset), sehingga harga tak bisa dikontrol dan keberadaannya tak ada yang menjamin secara resmi.

Baca Juga :   Orang yang Memiliki Sifat Ini, Haram Masuk Surga

Dengan pandangan itu, maka Cholil memandang investasi di sektor Bitcoin merupakan haram.

Berikut 11 catatan yang dilansir MUI melalui laman resminya:

1. Bitcoin adalah bagian dari perkembangan teknologi digital yang ingin membuat alat tukar transaksi bahkan investasi di luar kontrol bank sentral dan pemerintah manapun di dunia manapun. Bitcoin sepenuhnya mekanisme pasar digital tergantung permintaan dan suplay.

2. Bitcoin adalah mata uang digital yang tersebar dalam jaringan peer-to-peer. Jaringan ini memiliki buku akuntansi besar bernama Blockchain yang dapat diakses oleh publik, di dalamnya tercatat semua transaksi yang pernah dilakukan oleh seluruh pengguna Bitcoin.

3. Penyebaran Bitcoin dimulai pada tahun 2009 yang diperkenalkan dengan oleh nama samaran Satoshi Nakamoto sebagai mata uang digital yang berbasiskan cryptography. Penggunaan lainnya untuk menunjang kehidupan masyarakat dalam jual beli mata uang digital disebut cryptocurrency.

Baca Juga :   Jauhi Segala yang Allah Larang, dan Lakukan Apa yang Sudah Allah Perintahkan, Maka Hidupmu Akan Selalu Terlimpahi Kebaikan

4. Cryptocurrency adalah mata uang digital yang tidak diberikan regulasi oleh pemerintah dan tidak termasuk mata uang resmi. Bitcoin dibatasi hanya 21 juta, yang dapat diperoleh dengan cara membelinya atau menambangnya. Ia dapat berguna sebagai alat tukar dan investasi.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *