7 Fakta KRI Nanggala-402 Tenggelam, Terdeteksi di Kedalaman 850 Meter, Terjadi Retakan Besar

  • Share

Dari situ, Yudo memperkirakan kapal tak mengalami blackout.

“Lampu hidup, bahkan isyarat perang tempur dan perang menyelam masih terdengar kapal penjejak yang berjarak 50 meter. Dari itu saya menduga kapal tak blackout,” kata dia.

Yudo menuturkan, kemungkinan masih ada ruangan kapal selam yang tak kemasukan air.

“Kemungkinan air masuk ada tapi ada kemungkinan juga ada bagian-bagian kabin yang air tidak bisa masuk karena di dalam kapal selam ini ada sekat-sekatnya,” ujar dia.

“Jadi di dalam ruangan ini dibagi per kompartemen, jika keretakan di depan dan anggota sempat menutup dan mungkin ada kemungkinan tak kemasukan air,” kata dia.

5. Status oksigen bisa bertahan lima hari jika…

 

Foto file. Awak kapal KRI Nanggala 402. Foto diambil di di Dermaga Kapal Selam Komando Armada II, Surabaya, Jawa Timur, Rabu  (20/4/2019)
Antara Foto Foto file. Awak kapal KRI Nanggala 402. Foto diambil di di Dermaga Kapal Selam Komando Armada II, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (20/4/2019)

Yudo mengatakan, jika kondisi kelistrikan kapal selam masih menyala, cadangan oksigen bisa bertahan hingga lima hari.

Namun, jika kondisi blackout maka cadangan oksigen tersisa 72 jam sejak dinyatakan hilang.

“Ketika masih ada kelistrikan ini bisa sampai lima hari, dan kita tak bisa menentukan apakah kemarin blackout atau tidak,” kata Yudo, Sabtu.

Sehingga dirinya tidak bisa menduga-duga kondisi awak KRI Nanggala-402.

Kapal penyelamat kapal selam milik Singapura MV Swift Rescue. Menteri Pertahanan Singapura Ng Eng Hen menulis di Facebook bahwa kapal MV Swift Rescue dikerahkan pada Rabu (21/4/2021) untuk membantu pencarian kapal selam KRI Nanggala-402.
TWITTER @Ng_Eng_Hen Kapal penyelamat kapal selam milik Singapura MV Swift Rescue. Menteri Pertahanan Singapura Ng Eng Hen menulis di Facebook bahwa kapal MV Swift Rescue dikerahkan pada Rabu (21/4/2021) untuk membantu pencarian kapal selam KRI Nanggala-402.

6. Tim bekerja keras, libatkan negara lain

Dalam pencarian menemukan KRI Nanggala-402, TNI dibantu oleh militer negara lain seperti Australia, Singapura hingga Amerika Serikat.

“Untuk kapal-kapal yang memiliki peralatan seperti Singapura, dia memiliki alat yang bisa mencakup kedalaman 900-1000 meter. Kita tempatkan bersama KRI Rigel jika itu terbukti Nanggala, kita tindaklanjuti dengan peralatan yang dimiliki oleh Singapura,” kata Yudo.

Peralatan dari Australia juga disiagakan untuk mendeteksi pergerakan bawah air.

“Dari Australia ini juga ditempatkan dekat, mereka memiliki kemampuan untuk deteksi bawah air. Namun hanya menemukan kontak sonar saja, ditindaklanjuti oleh KRI Rigel,” ujar dia.

7. KRI Nanggala hilang, 72 jam pencarian dinyatakan tenggelam

Seorang anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) melakukan fast rope di atas kapal selam KRI Nanggala-402 saat peringatan HUT ke-69 TNI yang digelar di Dermaga Ujung, Koarmatim, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (7/10/2014).
ANTARA FOTO/Suryanto/nz/rwa Seorang anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) melakukan fast rope di atas kapal selam KRI Nanggala-402 saat peringatan HUT ke-69 TNI yang digelar di Dermaga Ujung, Koarmatim, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (7/10/2014).

KRI Nanggala-402 dinyatakan hilang kontak sejak Rabu (24/1/2021) dini hari.

Kapal selam buatan Jerman ini dilaporkan hilang sekitar 60 mil atau 95 kilometer dari utara Pulau Bali.

Saat hilang, kapal selam KRI Nanggala-402 membawa 53 orang.

Tim gabungan pun memfokuskan pencarian kapal selam pada sembilan titik di perairan utara Celukan Bawang.

Setelah sekitar 72 jam pencarian, ditemukan tumpahan minyak, sejumlah serpihan dan barang.

Temuan itu menjadi bukti otentik kapal selam Nanggala-402 dinyatakan tenggelam.

Artikel asli : kompas.com

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *