Kerajaan Arab Saudi sudah mengirim 80 ton bantuan oksigen ke India untuk membantu pasien virus Corona yang kritis.
Gelombang kasus virus Corona telah menghancurkan, India, dimana ribuan orang meninggal setiap hari.
Gambar pengiriman pertama tangki kriogenik dan tabung oksigen ditujukan ke pelabuhan India memicu curahan rasa terima kasih di seluruh neger idan banjir pujian di media sosial India.
Kekurangan oksigen yang akut di India menggarisbawahi parahnya krisis virus Corona yang melanda negara terpadat kedua di dunia itu.
Rantai pasokan yang rapuh telah gagal untuk mengimbangi lonjakan permintaan, menumpuk tekanan pada sistem kesehatan, krematorium, dan pemerintah federal.
India telah mencatat hampir 18,7 juta kasus Covid-19, setelah AS, dimana lebih dari 207.000 kematian hingga saat ini.
Dalam keadaan seperti itu, pengiriman oksigen Saudi terwujud tidak terlalu cepat.
Hubungan perdagangan dan budaya antara India kuno dan wilayah Arab sudah ada sejak hampir 5.000 tahun yang lalu.
Hubungan diplomatik formal antara New Delhi dan Riyadh dibangun segera setelah India merdeka pada tahun 1947.
Saat ini Arab Saudi adalah salah satu pemasok minyak terbesar ke India serta salah satu mitra dagang utamanya.
Hubungan bilateral mencapai ketinggian baru pada Februari 2019 ketika Putra Mahkota Mohammed bin Salman berkunjung ke New Delhi.
Kedua belah pihak menandatangani kesepakatan investasi senilai 100 miliar dolar AS di bidang energi, penyulingan, petrokimia, infrastruktur, pertanian, dan manufaktur.
Dewan Kemitraan Strategis yang diusulkan membuahkan hasil pada bulan Oktober tahun itu.
Sejak tahun lalu, pandemi telah mengubah hubungan antara India dan Arab Saudi menjadi contoh klasik “teman yang membutuhkan memang teman”.
Sebagai produsen vaksin terbesar di dunia, Serum Institute of India (SII), sebuah perusahaan bioteknologi dan farmasi yang berbasis di Pune, sejauh ini telah memasok 3 juta dosis suntikan Oxford-AstraZeneca ke Arab Saudi.
Tapi sekarang India sendiri telah mengimbau negara-negara sahabat untuk menebus kekurangan pasokan medis yang sangat besar.
Mereka merespons dengan mengirimkan oksigen cair, konsentrator oksigen, dan tangki oksigen kriogenik, alat uji diagnostik, ventilator, dan alat pelindung diri.
Selain itu, AS telah”mengidentifikasi sumber bahan mentah spesifik yang sangat dibutuhkan untuk pembuatan vaksin Covishield (Oxford-AstraZeneca) di India.
Pada minggu ini, Gujarat sendiri mencatat setidaknya 100 kematian dan sekitar 15.000 kasus Covid-19 baru setiap hari.
Situasi di negara bagian asal Perdana Menteri Narendra Modi sekarang sangat gentin.
Sehingga rumah sakit terpaksa menolak pasien, tidak dapat menyediakan tempat tidur atau oksigen yang cukup.
Untuk mengurangi tekanan pada rumah sakit, Masjid Gujarat telah mendirikan bangsal Covid-19, dilengkapi dengan tangki oksigen yang disumbangkan oleh sekutu regional.
Untuk membantu orang-orang yang mengalami gangguan pernapasan akut.
Masjid Darul Uloom di kota Vadodara memiliki kapasitas lebih dari 1.000 tempat tidur, tetapi harus membatasi pasien karena kekurangan oksigen yang parah di negara bagian itu.
“Kami hanya menjalankan 142 tempat tidur, di mana hanya 120 tempat tidur yang memiliki perlengkapan oksigen,” kata Ashfaq Malek Tandalja, anggota komite pengelola Darul Uloom, kepada Arab News, Sabtu (30/4/2021).
“Pada gelombang pertama Covid-19, kami menjalankan fasilitas 1.000 tempat tidur, tetapi kali ini kami tidak melakukannya karena kekurangan oksigen,” tambahnya.
Tandalja menambahkan: dengan oksigen yang berasal dari Arab Saudi dan negara lain, akan mampu menutupi kekurangan oksigen.
“Arab Saudi telah menanggapi krisis yang dihadapi India dan membantu kami dengan oksigen, sehingga akan mampu menyelamatkan banyak nyawa dan keluarga,” ujarnya.
Response (1)