Vaksin Sinovac merupakan jenis vaksin yang paling awal digunakan di Indonesia. World Health Organization (WHO) merekomendasikan agar warga yang mengalami gangguan sistem imun tubuh (immunocompromised) atau penerima vaksin Covid-19 inactivated segera menerima vaksin booster Covid-19 untuk melindungi diri dari penurunan kekebalan.
Rekomendasi ini dirilis Strategic Advisory Group of Experts (SAGE) untuk imunisasi usai mengadakan pertemuan pada Selasa pekan lalu untuk mengevaluasi kebutuhan akan booster vaksin Covid-19. Ketua SAGE Alejandro Cravioto mengatakan vaksin memberikan tingkat perlindungan yang kuat terhadap penyakit parah setidaknya selama enam bulan, meskipun data menunjukkan kekebalan terhadap penyakit parah berkurang pada lanjut usia dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan yang mendasarinya.
“Untuk saat ini kami terus mendukung perlunya pemerataan distribusi (vaksin) dan penggunaan dosis ketiga hanya pada mereka yang bermasalah kesehatan atau orang yang telah menerima vaksin inactivated” ujar Alejandro Cravioto, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (18/12/2021).
Vaksin inactivated menggunakan cara mengambil virus SARS-CoV-2 dan menonaktifkan atau membunuhnya menggunakan bahan kimia, panas atau radiasi. Ini salah satu cara paling populer yang dipakai dunia kesehatan untuk membuat vaksin.
Dalam rekomendasi tersebut tidak disebutkan nama vaksinnya. Namun, ada dua jenis vaksin inactivated yang mendapat emergency use listing (EUL) dari WHO. Yakni, vaksin Sinovac dan vaksin Sinopharm.