PT HM Sampoerna Tbk akan memproduksi sendiri batang tembakau (rokok) bebas asap di Karawang, Jawa Barat. Pabrik tersebut ditargetkan rampung pada akhir 2022.
Adapun produk yang dibuat adalah batang tembakau bebas asap dengan merek HEETS. Nantinya batang rokok bebas asap itulah yang dipanaskan dengan alat bernama IQOS.
President South & Southeast Asia Region, Philip Morris International (PMI), Stacey Kennedy menjelaskan latar belakang akhirnya memproduksi alat dan rokok bebas asap. Alasan pertama, seperti diketahui bahaya rokok disebabkan oleh pembakaran.
Pembakaran pada rokok inilah yang menyebabkan begitu banyak bahan kimia berbahaya berada di dalam asap yang dihasilkan. Menurut hasil riset Philip Morris dengan mengganti metode merokok dari dibakar menjadi dipanaskan akan mengurangi zat-zat berbahaya tersebut.
“Menghilangkan pembakaran dan Anda memanaskan tembakau, bukan membakarnya, akan mengurangi hingga 95% senyawa berbahaya dalam aerosol dibandingkan dengan rokok. Itulah yang membuat (produk tembakau bebas asap) menjadi produk yang lebih baik,” katanya saat ditemui di kantor PT HM Sampoerna Tbk di One Pacific Place, SCBD, Kamis (21/4/2022) kemarin.
Apa perbedaan rokok dibakar dan dipanaskan?
Untuk rokok bebas asap yang dipanaskan, pertama perlu ada batang rokok khusus dan alat pemanas bernama IQOS. Jadi, alat IQOS inilah yang akan memanaskan batang rokok khusus tersebut sehingga tidak menghasilkan asap melainkan uap/aerosol.
Dalam data yang diterima detikcom, IQOS ini tidak mengandung partikel solid berbasis karbon, 90% dari kandungan aerosol merupakan cairan berupa air dan gliserin. Namun, tetap sumber nikotin dari rokok bebas asap ini adalah tembakau.