Kuasa hukum Brigjen J. Kamaruddin Simanjuntak juga menjelaskan dampak tembakan di kepala bagian belakang yang menembus hidung. Kemudian dia mengatakan bahwa akibat tembakan itu, letak otak berpindah ke perut. Saat dipotong dari perut ke kepala, menurut kesaksiannya, otaknya tampak pindah ke perut. Tidak hanya itu, ada juga banyak luka tembak dari leher hingga bibir. Kemudian, berdasarkan hasil otopsi, terdapat beberapa luka tusuk, yaitu tembakan di bagian dada hingga luka terbuka di bahu almarhum.
Namun, luka di bagian bahu yang dagingnya hampir menyusut, diyakini bukan akibat tembakan dan masih diselidiki oleh tim forensik. Ada juga lebam di punggung mendiang Brigadir Jenderal J.
Terkait temuan baru hasil otopsi, polisi masih menyimpan uang. Brigadir J Sebut Kekasih Sebut Sosok Ini…
Sebelum tewas pada Jumat (8/7/2022) dalam baku tembak di rumah dinas Inspektur Jenderal Propam Kadiv Ferdy Sambo, Brigjen Yosuya atau kuasa hukum Brigadir J Kamaruddin Simanjuntak mengatakan kliennya mendapat ancaman karakter. dia menyebut ‘tim lama’.
Hal ini ditegaskan dalam percakapan antara Brigjen J dan pacarnya Vera Simanjuntak. Brigadir J menghubungi Vera melalui video call sambil menangis dan mengaku diancam. Brigadir J terlihat sangat ketakutan saat berpamitan dengan kekasihnya yang ingin dinikahinya selama 7 bulan. Kuasa hukum Brigjen J. Kamaruddin Simanjuntak mengungkapkan, korban putus dan meminta kekasihnya Vera Simanjuntak mencari pengganti lain karena mengatakan akan membunuhnya di pasukan lama.
“Dia berpamitan dan meminta maaf dan meminta mencari orang lain untuk menggantikannya dan juga menyatakan akan pergi selamanya karena tim lama akan dibunuh secara brutal,” tulis Kamarudin Simanjuntak melalui akun Facebook pribadinya.
Pada hari penembakan Brigjen J di rumah dinas Irjen Ferda Samba pada Jumat (8/7/2022), Brigjen J menghubungi kekasihnya Vera Simanjuntak untuk menanyakan kabarnya. Kemudian, 17 menit kemudian, Brigadir J tewas dalam baku tembak dengan Bharada E setelah menganiaya Putri Candrawati, istri Ferda Samba.