Karena terlalu lama, anak kandungnya memanggil tetapi tidak menyahut. Ia juga melarang anaknya tidak mengikuti.
Pada pukul 02.00, ia kembali ke toilet hendak buang air kecil. Namun, bukan buang air kecil, ia malah melahirkan.
“Karena panik, ia langsung menarik tubuh bayinya. Sayangnya, bayi keluar tanpa kepala,” terang Margono, kepada Kompas.com, melalui sambungan telepon, Kamis pagi.
Margono menuturkan, ibu itu pun menyimpan tubuh bayi dalam plastik merah dan digantung di atap WC.
Keesokan harinya, sekitar pukul 06.30, ia langsung ke Watublapi untuk menemui bidan desa.
Pukul 08.05, sang ibu dan bidan desa ke Puskesmas Hewokloang dan langsung mendapat pertolongan medis.
“Di puskesmas, tenaga medis pun mengeluarkan kepala dan ari-ari yang tertinggal dalam rahim,” ujar Margono.
Margono mengatakan, pukul 10.00 Wita, ibu dan bidan desa kembali ke kampung halaman di Kajowair.