Menurutnya, keberadaan tiga pocong-pocongan yang terpasang di Alun-alun Lamongan tersebut sebagai sarana kampanye mengenai bahaya Covid-19.
Di sekitar pocong-pocongan juga terdapat tiga keranda mayat yang bertuliskan ‘Mati Karena Corona’ dan terdapat baliho berukuran besar yang bertuliskan ‘61.140 Orang Meninggal Karena COVID-19 di Indonesia, Mau Gabung?’.
“Satu boneka pocong yang hilang tersebut bukan untuk menakut-nakuti, tapi ini untuk menyadarkan masyarakat, di kondisi pandemi saat ini,” tutur Estu memungkasi.
Artikel asli : faktualnews.co