Menurut Laksamana TNI Yudo, operasi pengangkatan bukan perkara mudah sebab ini merupakan sebuah peristiwa langka yang terjadi.
“Ini peristiwa sangat langka evakuasi dari laut dalam. Kita akan diskusikan dulu caranya, yang penting kita ada niatan dulu mengangkat kapal ini,” kata Laksamana TNI Yudo dilansir VIVA Militer, Senin 26 April 2021.
Apa yang disampaikan KSAL ini tentang evakuasi langka memang fakta adanya tak cuma di dalam negeri. Bahkan di dunia. Sebab evakuasi dari laut dalam membutuhkan peralatan yang TNI sendiri tak memilikinya. Hanya saja beruntung dalam operasi SAR KRI Nanggala ada MV Swift Rescue Singapura.
Sebab MV Swift Rescue merupakan salah satu dari kapal penyelamat kapal selam yang memiliki kendaraan penyelamat selam di laut dalam yang diakui dunia.
KRI Nanggala 402 dilaporkan hilang pada 21 April 2021, kapal selam yang mengangkut 53 orang ini hilang sekira pukul 03:00 WIB. Sejauh ini TNI belum bisa memastikan penyebab tenggelamnya kapal selam ini.
Artikel asli : viva.co.id