Usai mendapat telepon dari istrinya, Damanik menjelaskan bahwa mobil Ferdy Sambo sempat mencoba membelokkan motor Patwal.
Namun, mobil rombongan Ferdy Sambo sempat kesulitan karena jalan yang sempit.
Damanik juga mengungkapkan, Ferdy Sambo langsung lari ke rumah dinas setelah mengetahuinya.
Kemudian, dia menjelaskan di CCTV lain, Putri terlihat menangis ditemani asistennya.
“Sang ibu segera kembali ke rumah dengan pelayan, yang menunjukkan wajahnya menangis. Mengapa kita bisa mengatakan menangis? Karena CCTV sangat jernih, berkualitas tinggi,” ujarnya.
Selain itu, kata Damanik, mobil Provost dan kendaraan lainnya akan menuju RS Kramat Jati.
Selain menjelaskan kronologis perjalanan Ferdy Sambo, istri dan kawan-kawannya, Damanik juga mengatakan ada komunikasi antara Brigjen J dengan pacarnya Vera Simanjuntak.
Menurut dia, komunikasi lewat telepon dilakukan Brigjen J pada pukul 16:31 WIB. Damanik menjelaskan, saat Brigadir J menelepon pacarnya, dia sudah terlanjur pindah karena rekan-rekannya berbicara terlalu keras.
“Karena teman-teman yang lain ngumpul, ngobrol-ngobrol, ketawa-ketawa, makanya (Brigjen J) pindah,” ujarnya.
“Kalau ada voting seperti itu, berarti dia masih di rumah pribadi, setelah itu baru pindah ke rumah dinas,” katanya.
Lebih lanjut, Damanik menuturkan, saat menunggu Putri Candrawati berganti pakaian dan berkemas, para pembantunya masih berada di rumah pribadi.
“Sepertinya ketika dia pergi dari rumah pribadi ke rumah dinas, ibu (Putri Candrawati) berganti pakaian. Semuanya pendek,” katanya. (kata kunci : Ajudan Ferdy Sambo)
Terakhir, Damanik menegaskan, pihaknya telah mengungkap seluruh rangkaian peristiwa di rumah dinas Ferdy Samba yang kini menjadi lokasi penembakan yang menewaskan Brigjen J.
Dia mengatakan ini karena CCTV tidak berfungsi ketika insiden itu terjadi.
“Tapi apa yang terjadi di rumah (rumah dinas Ferdy Samba) tidak bisa dilihat. Kita harus mencarinya di alat bukti jejak digital lain selain informasi (kelompok) mereka,” jelasnya. (kata kunci: asisten Ferdy Sambo)