Konglomerat pertama di Asia Tenggara, Oei Tiong Ham ternyata mempunyai istana di Semarang, Jawa Tengah, seluas 81 ha.
Kompleks istana tersebut membentang sepanjang Jalan Pahlawan hingga Pandanaran dan Randusari.
Dilansir Okezone.com, bangunan istana Oei Tiong Ham ini terdiri dari satu rumah induk, dua rumah berukuran lebih kecil di kiri kanan gedung utama yang dihubungkan dengan satu lorong beratap untuk menghindari panas dan hujan, yang biasa disebut Pavillion.
Sementara itu, di belakang bangunan utama terdapat beberapa bangunan rumah yang mengelilingi kolam.
Akan tetapi, sekarang, istana konglomerat di Semarang ini hanya menyisakan sebuah bangunan yang disebut Balekambang atau dikenal sebagai gedung gula.
Sementara itu, diberitakan Liputan6.com, Oei Tiong Ham menempati istana megah itu pada usianya yang masih sangat muda, yakni 22 tahun
Oei Tiong Ham melapisi lantai pada istana tersebut dengan marmer dari Itali. Karakter Tionghoa hanya ada di gerbang pelataran gedung.
Berbagai peninggalan Oei Tiong Ham di Semarang telah padat oleh permukiman dan bangunan baru. Sebagian besar peninggalan konglomerat asli Kota Lumpia ini telah hancur, salah satunya seperti gudang di Jalan Pedamaran, Kampung Tamtin, Pasar Johar, Semarang.

Profil Singkat Oei Tiong Ham, Konglomerat Asli Semarang
Oei Tiong Ham lahir di Semarang, 19 November 1866. Semasa hidupnya, dia mendapat gelar Manusia 200 Juta Gulden, sebagaimana ditulis dalam buku Konglomerat Oei Tion Ham, Kerajaan Bisnis Pertama di Asia Tenggara yang terbit pada 1991.