Misteri Sakhrah, Batu dari Surga di Jantung Masjid Al-Aqsa, Tempat Ditiupnya Sangkakala Akhir Zaman

  • Share

Di dalam komplek Masjid Al- Aqsa terdapat satu Kubah Batu atau dikenal Qubbat al-Sakhrah dalam bahasa Ibrani, dianggap sebagai mahakarya arsitektur Islam.

Kubah Batu atau The Dome of The Rock merupakan sebuah bangunan abad ke-7 yang terletak di tengah kompleks Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem.

Kubah Batu berbentuk persegi delapan dengan berkubah emas. Masjid Al-Aqsa dibangun selama Fitnah Kedua oleh Khalifah Abd al-Malik antara tahun 687 dan 691 di situs kuil Romawi Jupiter Capitolinus.

Demonstran Palestina merobek potret Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Mohammed bin Zayed al-Nahyan untuk memprotes pembukaan hubungan UEA dengan Yahudi di Kompleks Masjid al-Aqsa, Jerusalem, Jumat (14/8/2020).
Demonstran Palestina merobek potret Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Mohammed bin Zayed al-Nahyan untuk memprotes pembukaan hubungan UEA dengan Yahudi di Kompleks Masjid al-Aqsa, Jerusalem, Jumat (14/8/2020). (AFP/AFPTV)

Dilansir dari aqsainstitute.com pada Sabtu (15/5/2021), selain Kubah Batu, dalam kompleks Masjid Al- Aqsa juga terdapat Sakhrah yaitu batu yang terletak di tengah-tengah kompleks Masjid Al-Aqsha tepatnya di dalam Masjid Kubbah Ash-Sakhrah.

Batu ini menjadi pijakan Nabi Muhammad Saw. ketika hendak bermi’raj ke langit ke tujuh dalam peristiwa Isra dan Mi’raj.

Baca Juga :   Dari HP Ketik Nomor KTP dan KK Untuk Dapat Rp 3,55 Juta Bantuan Pemerintah Ditransfer Buat Warga Mulai Umur 18 Tahun ke Atas

Letaknya berada di ketinggian 1,5 meter dari tanah dan memilki bentuk yang tidak beraturan.

Mengutip tulisan yang dilansir aqsainstitute.com dengan judul “Berbagai Keutamaan Ash-Sakhrah, Jantung Masjid Al-Aqsha” disebut sebagai jantung Al-Aqsha, Shakhrah memiliki berbagai kedudukan istimewa yang diterangkan dalam berbagai dalil, di antaranya:

Pertama, menjadi tempat ditiupnya sangkakala

Dan dengarkanlah (seruan) pada hari penyeru (malaikat) menyeru dari tempat yang dekat. (Qaaf : 41)

Para mufassir menafsirkan bahwa yang dimaksud dengan ‘Penyeru’ adalah Malaikat Israfil, sedangkan makna ‘tempat yang dekat’ adalah Shakhrah di Baitul Maqdis.

Secara nyata ayat ini telah menunjukkan bagaimana posisi Shakhrah nanti di akhir zaman, ia menjadi tempat Malaikat Israfil menyeru manusia menuju padang Mahsyar, yaitu negeri akhir zaman, Palestina.

Baca Juga :   Potret Menggemaskan Fahad, Anak Syekh Ali Jaber yang Jago Banget Bahasa Arab

Kedua, merupakan bagian dari surga

Anas bin Malik bekata, “Sesungguhnya surga merindukan Baitul Maqdis, Shakhrah Baitul Maqdis berasal dari surga, dan ia adalah pusat bumi”

Pernyataan Anas bin Malik ini menunjukkan bahwasanya ada dua batu surga yang diturunkan ke bumi ini, yaitu Hajar Aswad di Makkah, dan Shakhrah di Al-Aqsha.

Seorang warga Palestina melaksanakan shalat Subuh di dalam MasjidAl-Aqsa, Jerusalem, Minggu (31/5/2020).
Seorang warga Palestina melaksanakan shalat Subuh di dalam MasjidAl-Aqsa, Jerusalem, Minggu (31/5/2020). (AFP/Ahmad GHARABLI)

Ketiga, bagian paling suci di Al-Aqsha

Tsaur bin Zaid, seorang Tabiin berkata, “Bagian tersuci bumi adalah Syam, bagian tersuci Syam adalah Palestina, bagian tersuci Palestina adalah Baitul Maqdis, bagian tersuci baitul Maqdis adalah bukit (tempat Al-Aqsha berada), bagian tersuci bukit adalah Masjid, dan bagian tersuci dari Masjid Al-Aqsha adalah Shakhrah”

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *