Fenomena ini, menurut penjelasan Kepala Bidang Gunung Api PVMBG Hendra Gunawan, bukanlah termasuk anomali, dan tidak bisa disebut terjadi bersama-sama.
“Memang gunung-gunung lain secara berkala terus erupsi setiap hari. Kalau Anak Krakatau terjadi erupsi, artinya gunung itu yang baru ikut erupsi,” kata Hendra, seperti dikutip dari Merdeka.com.
Hendra menjelaskan, erupsi gunung terjadi selama bertahun-tahun secara berkala dan semua kejadiannya terus dipantau dan dilaporkan oleh Mitigasi Bencana Geologi.
“Jadi itu gunung-gunung yang sudah erupsi bertahun-tahun, tapi bukan dalam frekuensi bersamaan. Ada yang sudah berhenti sehari dua hari lalu, ikut lagi,” ujarnya.