Dalam Nubuat Rasulullah SAW tentang akhir zaman, disebutkan bahwa Umat Muslim akan bersekutu dengan ‘Bangsa Rum’, dan kini sudah terungkap? Begini penjelasan Syekh Imran Hosein.
Bangsa Rum merupakan sebuah bangsa dari keturunan Kekaisaran Romawi yang dinubuatkan oleh Rasulullah SAW Akan bersekutu dengan umat Muslim di akhir zaman.
Sebagaimana dalam ceramahnya, Syekh Imran Hosein juga menjelaskan tentang umat muslim yang akan beraliansi dengan Bangsa Rum di akhir zaman.
Namun, dalam hadist nubuat Rasulullah SAW juga disebutkan adanya perang dengan Bangsa Rum ini jelas Syekh Imran Hosein.
“Dan mereka menyerang anda di bawah 80 bendera,” ucap Syekh Imran Husein.
Syekh Imran Hosein menjelaskan bahwa dalam perang dengan Bangsa Rum tersebut, pasukan umat muslim sepertiganya akan melarikan diri, dan Allah SWT tidak akan mengampuninya. Sepertiga lainnya akan gugur sebagai syuhada terbaik, dan sepertiga terakhir akan menang melawan Bangsa Rum.
“Dan kita bingung, bagaimana bisa kita beraliansi dengan orang yang akan menyerang kita? Itu pertanyaannya!” ucap Syekh Imran Hosein.
Dikutip DeskJabar.com dari kanal YouTube Chocotube yang diunggah dengan judul “Heboh!! 2 Bangsa Rum yang Pernah Dinubuatkan Nabi- Kini Terungkap!!” pada 6 Maret 2022, Syekh Imran Hosein menjelaskan tentang bagaimana permulaan dari Bangsa Rum.
Bangsa Rum bermula dari sebuah kota di Italia, Kota Roma yang merupakan Kota Pagan yang menyembah berhala dan dewi-dewi Yunani, itulah Rum! jelas Syekh Imran Hosein.
Hari ini Bangsa Rum adalah orang Kristen Eropa Barat, dan Rum itu memiliki gereja Katolik Roma dan gereja Protestan.
Selanjutnya Syekh Imran Hosein menyebutkan bahwa Rum saat ini memiliki aliansi besar dengan NATO, dan hari ini Bangsa Rum adalah peradaban Barat modern dari asal-usul pagannya.
Ketika ajaran Kristen masuk ke Bangsa Rum, seorang kaisar muncul bernama Konstantin yang menjadi kaisar pertama yang memeluk agama Kristen.
Kemudian Kaisar Konstantin memisahkan diri beserta Bangsa Rum dan mendirikan kota yang kemudian dikenal dengan Konstantinopel, jelas Syekh Imran Hosein.
“Dan ini menjadi Rum kedua yang dikenal dengan Kekasiran Byzantium, dan itu menjadi persaingan dengan Kekaisaran Persia,” jelas Syekh Imran Hosein.
Ketika Al-Qur’an menyebutkan “gholabatirum”, itu mengacu pada Rum yang kedua bukan yang pertama.
Selanjutnya saat Sultan Ottoman Muhammad Al-Fatih menaklukan Konstantinopel kurang lebih 600 tahun lalu, kemudian Bangsa Rum meninggalkan Konstantinopel dan kini Rum berada di Rusia.