Doa merupakan amalan yang diajarkan Rasulullah kepada umatnya dan semesta alam.
Doa menjadi senjata ampuh agar mendapat pertolongan Allah.
Adapun berdoa adalah sebuah aktivitas umum yang sering di lakukan oleh semua orang dalam berbagai keadaan baik itu ketika dia terpuruk atau ketika berada dalam keadaan senang.
Sebagai umat Islam, berdoa sebagai tempat memohon segala harapan dan keinginan kepada Allah SWT.
Berikut bacaan doa pendek yang sangat ditakuti dan dibenci setan selain ayat kursi.
Berikut ini penjelasan Syekh Ali Jaber rahimahullah.
Selain manusia, Allah juga menciptakan makhluk tak kasat mata berupa setan.
Setan merupakan makhluk ghoib yang bertugas menyesatkan manusia.
Dengan segala godaannya, setan bertujuan menjerumuskan manusia ke dalam perbuatan dosa.
Sehingga untuk menghindari godaan setan, manusia diharapkan untuk meningkatkan iman dan memperkuat amalan.
Selain itu, ada pula bacaan ayat yang bisa diamalkan untuk mengusir godaan setan yang terkutuk.
Terkadan umat muslim menggunakan bacaan ayat kursi karena diyakini ampuh untuk menakuti setan.
Namun, ternyata selain ayat kursi ada doa pendek yang juga sangat ditakuti bahkan dibenci oleh setan.
Lantas, bagaimanakah bacaan doa pendek tersebut?
Berikut ini penjelasan Syekh Ali Jaber yang dibagikan melalui kanal YouTube Syekh Ali Jaber.
Dalam ceramah tersebut, Syekh Ali Jaber mengungkap doa pendek yang lebih mudah dibaca.
Syekh Ali Jaber mengatakan ketika manusia berdoa kepada Allah mereka akan mendapatkan pertolongan.
Namun ada satu permintaan dalam doa yang sangat dibenci setan sehingga setan tidak berani lagi menggoda manusia.
Menurutnya, saat doa itu dipanjatkan oleh seorang hamba kepada Allah setan sampai berkata, “manusia ini cerdas dan pintar.”
Adapun doa pendek tersebut adalah memohon kepada Allah supaya mati dalam keadaan husnul khotimah.
“Dengan memohon kepada Allah agar meninggal dalam keadaan husnul khotimah, setan tidak akan suka,” kata Syekh Ali Jaber.
Dalam setiap doa selalu selipkan bacaan ini, “Allahumma inni as’aluka husnul khotimah.”
“Setan tidak senang dengan doa itu,” ujarnya.
Sebab dengan memohon mati dalam keadaan husnul khotimah sebenarnya bukan hanya mati dalam keadaan baik.
Ketika doa itu dipanjatkan setan akan merasa putus asa karena sudah berusaha keras menggoda agar manusia masuk neraka, tapi malah mendapat kemuliaan mati husnul khotimah.
“Permohonan mati dalam keadaan husnul khotimah adalah sebaik-baiknya doa,” ucap Syekh Ali Jaber.
Selain yang di atas, terdapat juga doa mustajab lainnya.
Doa mustajab
Berikut doa-doa mustajab agar keinginan segera dikabul oleh Allah SWT, dilansir dari berbagai sumber:
1. Surat Al Fatihah
Surat Al Fatihah merupakan ummul surat yang mencakup segala doa.
Surat Al Fatihah mengandung doa untuk meminta pertolongan kepada Allah untuk menyelesaikan segala urusan.
Membaca surat Al Fatihah juga untuk mempermudah doa segera dikabulkan.
2. Surat Al Ikhlas
Membaca surat Al Ikhlas juga dapat membantu agar keinginan segera dikabul.
Dalam sebuah hadist dikatakan:
“Sesungguhnya Rasullah SAW. mendengar seseorang berkata: “Ya, Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu, bahwa diriku bersaksi sesungguhnya Engkau (adalah) Allah yang tidak ada ilah yang haq disembah kecuali Engkau Yang Maha Esa, Yang bergantung (kepada-Mu) segala sesuatu, Yang tidak beranak dan tidak pula dipernakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan-Nya,”
Kemudian Rasullah Saw. bersabda: “Sungguh dirimu telah meminta kepada Allah dengan nama-Nya, yang jika Ia diminta dengannya (pasti akan) memberi, dan jika Ia diseru dengannya, (pasti akan) mengabulkannya.” (HR. Abu Daud)
3. Doa perlindungan pagi dan sore
Surah Al Falaq dianjurkan dibaca saat pagi dan sore hari agar pembacanya mendapatkan perlindungan setiap detik.
Berikut bacaan Surah Al Falaq menggunakan bahasa Arab, latin dan artinya:
قُلۡ اَعُوۡذُ بِرَبِّ الۡفَلَقِۙ
Qul a’uzuu bi rabbil-falaq
1. Artinya: Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar),
مِنۡ شَرِّ مَا خَلَقَۙ
Min sharri ma khalaq
2. Artinya: dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan,
وَمِنۡ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ
Wa min sharri ghasiqin iza waqab
3. Artinya: dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,
وَمِنۡ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الۡعُقَدِۙ
Wa min sharrin-naffaa-thaati fil ‘uqad
4. Artinya: dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya),