Nuzaibah Binti Ka’ab Sang Perisai Rasulullah, Wanita yang Kematianya Disambut Malaikat

  • Share

“Hai utusan.” Ujarnya, “kau saksikan sendiri aku sudah tidak memiliki apa-apa lagi. Hanya masih tersisah diriku yg tua ini. Untuk itu izinkanlah aku ikut bersamamu ke medan perang.”

Sang utusan mengerutkan keningnya.

“Tapi kau wanita, ya ibu…”

Nusaibah tersinggug, “engkau meremehkan aku karna aku wanita.?…

Apakah wanita tdk ingin pula masuk ke syurga melalui jihad.?..”

Nusaibah tidak menunggu jawaban dari utusan tersebut. Ia bergegas menghadap rasulullah dengan mengendarai kuda yg ada.

Tiba disana. Rasulullah mendengar semua perkataan nusaibah. Setelah itu, rasulullah pun berkata dengan senyum.

“Nusaibah yg dimuliakan allah. Belum masanya wanita mengangkat senjata. Untuk sementara engkau kumpulkan saja obat-obatan dan rawatlah tentara yg luka-luka. Pahalanya sama dengan yg bertempur.”

Mendengar penjelasan nabi demikian, nusaibah pun segera menenteng obat-obatan dan berangkatlah ketengah pasukan yg sedang bertempur.

Dirawatlah mereka yg mengalami luka-luka dengan cermat. Pada suatu saat, ketika ia sedang menunduk dan memberi minum seorang perajurit muda yg luka-luka, tiba-tiba rambutnya terkena percikan darah. Nisaibah lalu memandang.

Ternyata kepala seorang tentara islam tergolek, tewas terbabat oleh senjata orang kafir.

Timbul kemarahan nusaibah menyaksikan kekejaman itu.

Apalagi ketika dilihatnya rasulullah terjatuh dari kudanya akibat keningnya terserempet anak panah musuh. Nusaibah tidak dapat menahan diri lagi menyaksikan hal itu.

Ia bangkit dengan gagah berani. Di ambilnya pedang perajurit yg tewas itu. Dinaiki kudanya. Lantas bagaikan singa betina, ia mengamuk.

Musuh banyak terbirit-birit menghindarinya. Puluhan jiwa orang kafir pun tumbang. Hingga pada suatu waktu ada seorang kafir yg mengendap dari arah belakang, dan langsung menebas putus lengan kirinya.

Nusaibah pun terjatuh, terinjak-injak oleh kuda. Peperangan terus berjalan. Medan pertempuran makin menjauh, sehingga tubuh nusaibah ternggok sendirian.

Tiba-tiba ibnu mas’ud menunggang kudanya, mengawasi kalau-kalau ada orang yg bisa di tolongnya.

Sahabat itu, begitu melihat ada tubuh yg bergerak-gerak dengan susah payah, dia segera mendekatinya, di percikannya air kemuka tubuh itu.

Akhirnya ibnu mas’ud mengenalinya.

“Isteri said kah engkau.?…”

Nusaibah samar-samar memperhatikan penolongnya. Lalu bertanya, “bagaimana dengan rasulullah.?… selamatkah baginda.?…”

“Baginda rasulullah tidak kurang suatu apapun…”

“Engkau ibnu mas’ud, bukan.?.. pinjamkan kuda dan senjatamu kepadaku…”

“Engkau masih terluka parah, nusaibah..”

“Engkau mau menghalangi aku untuk membela rasulullah.?…”

Terpaksa ibnu mas’ud menyerahkan kuda dan senjatanya, dengan susah payah, nusaibah menaiki kuda itu. Lalu menderapkannya menuju ke medan pertempuran.

Banyak musuh yg di jungkir balikkanya. Namun karna tangannya sudah buntung, akhirnya tak urung juga lehernya terbabat putus oleh sabetan pedang musuh.

Gugurlah wanita perkasa itu ke atas pasir. Darahnya membasahi tanah yg dia cintainya.

“Tiba-tiba langit berubah mendung, hitam kelabu. Padahal tadinya langit tampak cerah dan terang benderang. Pertempuran terhenti sejenak. Rasulullah kemudian berkata kepada para sahabatnya,

“Kalian lihat langit tiba-tiba menghitam bukan.?.. itu adalah bayangan para malaikat yg beribu-ribu jumlahnya.

Mereka berduyun-duyun menyambut ke datangan arwah nusaibah. Wanita yg perkasa”

Subhanallah…
Allahu akbar…
Allahu akbar…
Allahu akbar…

Tanpa pejuang sejati seperti dia, mustahil agama islam bisa sampai dengan damai kepada kita yg hidup di jaman sekarang.

Semoga allah ‘azza wa jallah menempatkan mereka, dan kita semua di syurga-Nya disamping rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aamiin…

Apa yg telah kita perbuat untuk menegakkan dienullah islam.???

Sumber: Muh Rai Za Babaz

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *