Sanggahan beliau itu ditutup dengan kata-kata mengandung peringatan keras: siapa yang tidak suka dengan sunnahku maka dia bukanlah dari golonganku.
Dari sini, dapat dipahami bahwa ada yang keliru dari cara berfikir sahabat tadi, lalu diluruskan oleh Rasulullah.
Logika mereka: kalau Rasulullah tak berdosa, wajar dong ibadahnya cuma segitu; sedangkan kita yang belum ada jaminan ampunan Allah harus beribadah lebih dari Nabi. Ternyata fikiran mereka itu dibantah oleh Rasulullah. Bahwa beliau sebagai orang yang paling bertakwa saja ibadahnya segitu, lha kamu yang bukan selevel beliau kok malah mau melebihi beliau!
Kasus saat ini terkait penyebaran virus agaknya juga senada, para ulama yang pakar di bidangnya itu, yang berpuluhan tahun mendalami bidangnya, menfatwakan untuk tidak menyelenggarakan shalat Jamaah di masjid umum untuk sementara waktu, lha kok kamu yang tidak membidangi malah ngeyel menentang mereka?
Menjalankan agama tidak cukup dengan semangat saja. Kudu ada ilmunya
Sumber : islami.co