Siapa Bilang Puasa Nisfu Sya’ban Tidak Ada Dalilnya? Ini Penjelasannya

  • Share

Bulan Sya’ban termasuk bulan mulia. Disebut mulia karena di dalamnya terdapat beberapa keutamaannya. Rasulullah sendiri memuliakan bulan Sya’ban dengan cara memperbanyak puasa. Sayyidah Aisyah mengatakan:

وما رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم استكمل صيام شهر قط إلا رمضان، وما رأيته أكثر صياما منه في شعبان

“Aku tidak melihat Rasulullah SAW puasa sebulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan dan aku tidak melihat melihat beliau banyak puasa kecuali pada bulan Sya’ban.” (HR: Bukhari)

Berdasarkan hadis ini, para ulama menganjurkan untuk memperbanyak ibadah puasa di bulan Sya’ban, terutama ketika pertengahan bulan Sya’ban atau yang sering disebut dengan puasa nisfu Sya’ban. Banyak yang bertanya, apakah ada dalil spesifik tentang Sya’ban?

Baca Juga :   9 Orang yang Tidak Akan Diajak Bicara Allah Ta'ala di Hari Kiamat

Sayyid Muhammad bin Alwi bin Abbas al-Maliki dalam Madza fi Sya’ban mengutip sebuah riwayat dari Sayyidina Ali terkait keutaman malam nisfu Sya’ban dan anjuran puasa di siang harinya, Rasulullah SAW bersabda:

إذا كانت ليلة النصف من شعبان فقوموا ليلها وصوموا يومها

Artinya:

“Apabila datang malam Nisfu Syaban, beribadahlah di malam harinya dan puasalah di siang harinya” (HR: Ibnu Majah)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *