Ada Hari Tidak Baik untuk Berhubungan Suami Istri, Ini Kata Buya Yahya

  • Share
Ada Hari Tidak Baik untuk Berhubungan Suami Istri

Ada beberapa orang yang membagi hari baik dan hari yang tidak baik untuk melakukan hubungan suami istri. Hal tersebut tentu menjadi pertanyaan setiap pasangan yang hendak melakukan hubungan badan pada hari-hari tersebut.

Dalam sebuah kesempatan, Buya Yahya menjawab pertanyaan dari salah seorang jemaahnya tentang hari baik dan tidak baik untuk berhubungan suami istri. Jemaah tersebut mengatakan bahwa hari tidak bagus untuk berhubungan suami istri adalah Sabtu, Ahad, dan Selasa.

Menjawab rasa penasaran jemaahnya itu, Buya Yahya mengatakan, semua hari baik untuk melaksanakan kebaikan, tidak diperkenankan untuk meyakini hari-hari tertentu untuk melaksanakan hubungan suami istri.

“Tidak ada (dan) tidak boleh meyakini ada hari-hari begitu (tidak baik) untuk hubungan suami ini ada hari nggak boleh. Hari Sabtu nggak boleh, hari Ahad, hari Selasa. Kenapa? Hari baik semuanya,” terang Buya Yahya seperti dikutip VIVA pada Kamis, 19 Mei 2022 dari kanal YouTube Buya Yahya.

Menurut Buya Yahya, bila hal itu karena akan melaksanakan kebaikan yang lain. Misalnya hari Sabtu akan melaksanakan pengajian di majelis, kemudian hari Ahad dan Selasa ada kegiatan yang sama, para istri harus bilang secara jujur dan sampaikan alasan untuk menolak berhubungan suami istri.

“Bilang saja jika hari Sabtu ada majelis dan seterusnya. Semuanya hari baik,” ucap Buya Yahya.

Lebih lanjut, Buya Yahya mengingatkan kembali berkaitan dengan pertanyaan tentang hari baik dan hari tidak baik untuk melakukan hubungan suami istri bahwa tidak ada yang seperti itu. Semua hari itu bak, asalkan di antara pasangan ini ada saling pengertian. Sehingga akan ada hubungan intim yang terjalin karena suka sama suka.

“Kalau suami punya keinginan, beri kesempatan istri untuk menyiapkan diri,” pesan Buya Yahya.

Selain itu, Buya Yahya kembali mengingatkan untuk para suami yang mengajak untuk hubungan suami istri. Ia menyebut sang suami hendaknya mengetahui kondisi sang istri.

“Bukan setiap keinginan harus dipenuhi, karena istri anda itu kadang sibuk dengan anak-anak anda yang bandelnya kurang lebih seperti anda. Jadi yang suami itu jangan egois artinya lihat dulu kalau ingin cepat menjadi bantu kesibukan istri,” tutur Buya.

Buya Yahya menuturkan bahwa seorang suami bila menginginkan hal tersebut harus dengan memakai cara yang baik. Begitu pula dengan seorang istri jika karena sebuah hal kesibukan yang harus menolak dengan cara yang baik.

Akhir kata tentang hari baik dan hari tidak baik untuk berhubungan suami istri, Buya mengatakan, “Bangunlah bahasa komunikasi yang baik.” Karena dengan komunikasi yang baik diharapkan bisa terbangun saling pengertian dan hubungan percintaan di atas ranjang semakin harmonis.

Artikel asli : viva.co.id

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *